Minggu, 02 Januari 2011

Ternak Bearded Dragon , pets nan eksotis

Minggu, 02 Januari 2011
Breeding Australian Bearded Dragon

 Pola Teratur, Tambah Syur
Kabar gembira bagi para pecinta reptil eksotik. Naga merah asal australia ternyata berhasil dibiakkan di tanah air. Tak percaya coba saja kunjungi ‘peternakan’ bearded dragon milik Ainur Rofiq di bilangan Pondok Cabe, Jakarta Selatan.
Gempa, begitu nama yang disematkan Rofiq pada anakan bearded dragon (BD) pertamanya. Bayi BD imut ini memang lahir atau lebih tepatnya menetas bersamaan dengan terjadinya gempa di Jogja, mei silam. Dia dan 13 saudara sekandungnya lahir dari induk betina bernama Betty dan pejantan berjuluk Preman. “Sekarang saya sedang menantikan tetasan kedua dari 55 butir telur dari dua betina, Azura dan Foto,” ujar Rofiq bangga.

Kandang outdoor
Salah satu kunci sukses Rofiq beternak BD barangkali pemakaian kandang out door. Kandang ukuran kira-kira 2 x 3 m ini, bersifat setengah terbuka dengan bahan tembok batu bata dan kawat strimin. “Setelah saya pelajari kayaknya kandang outdoor lebih cocok untuk kandang hibernasi dan pelaminan bearded dragon,” ujarnya.
Hibernasi adalah masa tidur panjang yang biasa dialami reptil di musim dingin di negara empat musim. “Biasanya pasca hibernasi, fertilitas betina sangat bagus. Tingkat keberhasilan breeding pun jadi lebih tinggi,” terang Rofiq.
Menurut Rofiq, BD sangat sensitif terhadap suhu. Temperatur yang kurang dingin membuat si naga merah ‘berjenggot’ ini enggan hibernasi. Suhu malam di kandang outdoor cukup dingin. Begitu juga pola gelap terang antara siang dan malam sangat jelas terasa sehingga akan merangsangnya untuk tidur panjang. “Kalau kita bisa mengatur suhu dan juga pola gelap terang di dalam ruang mungkin akan lebih bagus lagi. Tapi tentu butuh peralatan yang tidak sederhana,” ujarnya.
Selain itu gaya hidup yang teratur harus diterapkan, karena bisa membuat betina semakin syur. “Semisal dengan mengatur pola makannya. Diberikan di tempat dan jam yang sama supaya pola hidup termasuk siklus hormonalnya teratur,” lanjutnya. Kandang outdoor ini diisi dengan pasir laut dengan ketebalan antara 10-15 cm. Juga kayu lapuk agar terasa lebih alami. Salah satu tanda berlangsungnya hibernasi adalah kesibukannya menggali pasir untuk mengubur diri.
Proses hibernasi bisa berlangsung antara seminggu sampai 10 hari. Umumnya semakin tua umur, cenderung lebih lama. Hibernasi seolah bertapa, berdiam diri dan berpuasa tanpa menyentuh makanan maupun minuman sedikitpun. “Makanya saat keluar usai hibernasi, tubuhnya kurus kering karena kurang gizi,” terang pria asal Lamongan, Jawa Timur ini.
Masuk pelaminan
Setelah sang naga “berjenggot” keluar dari pertapaannya harus diberi treatment khusus agar kondisinya kembali prima. BD lantas dipindahkan ke boks isolasi untuk mendapatkan program perbaikan gizi. “Tapi kita juga harus beri perhatian ekstra padanya, karena tubuhnya lemah dan rentan kena penyakit. Kita harus pastikan tempatnya bersih dan bebas dari jamur,” saran Rofiq.
Penggenjotan gizi dilakukan lewat pemberian makanan yang bervariasi. Semisal satu hari diberikan makanan kaya protein seperti ulat hongkong, ulat jerman dan jangkrik. Hari berikutnya dikasih menu sayuran yang mengandung air cukup. “Sebagai selingan saya berikan tikus putih, meskipun tidak terlalu rutin. Dalam seminggu, sudah terlihat molek kembali dan siap dikawinkan,” terangnya.
Setelah betina siap, pilihkanlah cowok untuknya. BD jantan selalu ready untuk dikawinkan. Rofiq menggunakan pola random dalam pemilihan jantan, siapa yang paling siap dipersilakan meminang pengantin betina. Caranya? “Pilih dua jantan dan satukan dalam kandang. Lantas masukkan betina, pasti mereka berantem dan berebut betina. Siapa yang lebih agresif mengejar, dipakai sebagai pejantan,” ujarnya.
Tak perlu lama menunggu dua pasang mempelai reptil kawin. Pasalnya tiga hari berduaan di kandang pelaminan, biasanya sudah naik. Untuk memastikannya, Rofiq rela menunggui proses itu. “Mereka kawin pasti siang hari, jadi saya tungguin secara “live” untuk memastikan. Kalau enggak kawin-kawin bisa ganti pejantan,” tegasnya.
Betina yang sudah dikawin biasanya kelihatan lebih stres dan warna kulitnya jadi lebih kehitaman. Seandainya sang betina tetap menunjukkan nafsu makan yang baik, biarkan saja dikandang pelaminan. “Tunggu sampai dia terlihat gendut, kaki dan ekornya juga ikut gemuk dan nafsu makannya turun. Lantas dipindah ke boks peneloran,” lanjutnya.
Biasanya 3 minggu sebelum bertelur, induk mulai ogah-ogahan makan. Dan seminggu berikutnya sibuk menggali pasir untuk menempatkan telurnya. Rofiq memakai boks ukuran 60 x 50 cm yang diisi dengan pasir laut halus setebal 45 cm. Selama kehamilan induk betina harus mendapat suplai kalsium yang cukup. Bisa diberi kalsium untuk reptil berbentuk bubuk yang dilumurkan ke makanan yang diberikan.
Menurut Rofiq pola hidup sangat berpengaruh pada kualitas breeding sang naga merah. Makan yang bagus bisa meningkatkan produktivitas induk. Azura yang di-treat khusus dengan makanan spesial, bisa bertelur lebih banyak dari Betty. “Dulu Betty saya rawat seadanya, yang penting bertelur dulu. Jangkrik saya pilih langsung dari pedagang besar. Kalsiumnya saya tingkatkan kalau Betty seminggu sekali, Azura seminggu dua kali. Ternyata jumlah telurnya bisa dua kali lipat,” terangnya.
Ayo, siapa menyusul!

Setelah sukses bertelur, tinggal ditetaskan. Seperti reptil lain, telur BD tidak perlu dierami induknya. Kalau perut sang induk sudah kosong dari telur, segera pisahkan ke kandang isolasi. “Sang ibu pasti terlihat capek dan kepayahan. Segera sediakan air bersih untuk minum dan berendam,” saran Rofiq.
Telur BD butuh suhu dan kelembapan yang pas untuk menetas. Telur lantas dipindah dalam inkubator sederhana. Bisa menggunakan boks yang diisi dengan coco peat yang di spray air. “Saya taruh termometer untuk memastikan suhu tidak keluar dari range 27-300C. Suhu di Indonesia sudah sesuai untuk penetasan telur, tak perlu lagi heater,” ujarnya.
Telur lantas diletakkan dalam media coco peat dengan posisi yang sama saat diletakkan dalam pasir oleh induknya. Boks lantas dimasukkan dalam boks yang lebih besar yang sudah diisi air sampai menyentuk boks yang berisi telur. “Model box in box berguna untuk menjaga kelembapan. Inkubator lalu ditutup, namun biberi sedikit sela untuk sirkulasi udara,” terang Rofiq.
Kalau tak ada aral melintang 50-60 hari berikutnya, bayi naga merah bakalan nongol dari telur. “Biasanya menetas antara jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Satu telur menetas bisa sampai 1,5 jam. Dua hari baru selesai menetas semua. Langsung pindahkan anakan ke kandang khusuc yang dikasih tisu untuk membersihkan diri,” anjur Rofiq.
rofiq.jpgCatatan gambar: (1) rofiq with his BDs, (2) baby BDs

baby-bds.jpg 



Related Posts











5 comments:

Alfonsus mengatakan...

Di Jual Ngak Dimana Alamatnya Mas

Insya Allah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Adi Pradana90 mengatakan...

Alamat bos Rofiq dimana?

Adi Pradana90 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fredrick Ramli mengatakan...

aku minta alamat nya bang..nanti aku mampir untuk membeli nya...minat dan serius
thx

Poskan Komentar